6 November 2012,
 0

Sumber gambar: Kulerski & Cornelison

Kalimat “take it or leave it tampak sederhana, padahal kalimat tersebut memiliki arti dan dampak yang luas. Kalimat tersebut mempunyai arti bagi kita untuk menentukan pilihan setuju atau tidak setuju. Jawaban yang ada hanya YA atau TIDAK, yang artinya kita diharuskan untuk menentukan jawaban yang mempunyai makna berlawanan, dan pastinya berdampak pada hasil berlawanan juga.

Mungkin tanpa kita sadari kita dihadapkan pada pilihan karena “hidup ini sebuah pilihan”. Diri kita sendirilah yang akan menentukan akan dibawa ke mana kehidupan ini. Dalam posisi seperti ini, rasionalitas jelas harus dijaga agar selalu lebih unggul dari pada emosi hati. Berpikirlah, karena kesempatan baik tidak akan datang berulang.

Berikut tips bagaimana cara menentukan pilihan yang benar:

  • Observasi. Amati kelebihan dan kekurangan setiap pilihan yang akan Anda pilih. Cari pendapat dari orang lain yang lebih mengerti dan tidak ada kepentingan apa pun.
  • Bersahabat dengan hati. Ikuti kata hati karena hati adalah tempat yang paling jujur dengan Anda.
  • Besar hati menerima risiko dari setiap keputusan yang akan Anda ambil agar tidak menyesal di kemudian hari. Paling tidak Anda bisa bertahan dengan keadaan yang mungkin tidak menyenangkan atas pilihan.
  • Berdoa dan berserah diri. Inilah cara yang paling ampuh. Karena Tuhan yang memberikan takdir, Tuhanlah yang tahu apa yang terbaik buat kita.

Tinggalkan Balasan