5 Juli 2012,
 2

Studi dokumentasi atau biasa disebut kajian dokumen merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait objek penelitian. Dalam studi dokumentasi, peneliti biasanya melakukan penelusuran data historis objek penelitian serta melihat sejauhmana proses yang  berjalan telah terdokumentasikan dengan baik.

Terdapat dua jenis dokumen yang digunakan dalam studi dokumentasi yaitu:

  1. Dokumen primer yaitu, dokumen yang ditulis langsung oleh orang yang mengalami peristiwa.
  2. Dokumen sekunder yaitu, dokumen yang ditulis kembali oleh orang yang tidak langsung mengalami peristiwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari orang yang langsung mengalami peristiwa.

Sebagai salah satu teknik pengumpulan data tentu saja studi dokumentasi tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya media untuk memperoleh informasi. Hal tersebut dikarenakan terdapat faktor bias antara data yang diperoleh dalam dokumen dengan kenyataan yang ada yang disebabkan terdapat fakta-fakta yang disembunyikan. Oleh karena itu teknik ini biasanya didukung pula dengan wawancara ataupun kuesioner.

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan studi dokumentasi.

Kelebihan:

  1. Memungkinkan peneliti memperoleh bahasa atau kata-kata kontekstual dari objek penelitian
  2. Dapat diakses kapan saja
  3. Menyajikan data yang berbobot karena biasanya sudah ditulis secara mendalam oleh subjek penelitian
  4. Sebagai bukti tertulis, data ini benar-benar dapat menghemat waktu peneliti dalam mentranskrip

Kekurangan:

  1. Keliru dalam penginterpretasian data
  2. Materi tidak lengkap
  3. Dokumen tersebut bisa saja tidak asli
  4. Dokumen sulit diperoleh karena diproteksi dan tidak diberikan akses privat

Rujukan:

Research Design; Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. John W. Cresswell

2 responses on “Studi Dokumentasi

  1. w4hyou mengatakan:

    thanks informasinya

Tinggalkan Balasan