3 Juli 2012,
 0

Surat Setoran Pajak (SSP) standar adalah surat yang digunakan Wajib Pajak (WP) untuk melakukan pembayaran pajak terutang kepada kas negara dan juga sebagai bukti pembayaran yang bentuk, isi dan ukurannya telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

SSP standar dibuat dalam rangkap 5, terdiri dari:

  • Lembar 1 = untuk arsip wajib pajak
  • Lembar 2 = untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN)
  • Lembar 3 = untuk dilaporkan Wajib Pajak (WP) ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
  • Lembar 4 = untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran
  • Lembar 5 = untuk arsip pemungut / pihak lain

Surat Setoran Pajak (SSP) diisi sesuai dengan petunjuk pengisian SSP yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pajak dan diperbolehkan untuk mengisi secara manual (tulis tangan) maupun menggunakan mesin tik asalkan penulisan harus jelas terbaca. Dalam semua kolom yang terdapat dalam SSP, Wajib Pajak tidak perlu megisi semua kolom yang ada. Kolom-kolom yang harus diisi oleh Wajib Pajak antara lain :

  • NPWP
  • Nama WP
  • Alamat WP
  • Kode Akun Pajak
  • Kode Jenis Setoran
  • Uraian Pembayaran
  • Masa Pajak
  • Tahun Pajak
  • Jumlah Pembayaran
  • Tanggal Penyetoran
  • Tandatangan Penyetor & Nama Jelas Penyetor

Berikut rujukan petunjuk pengisian SSP: http://www.pajak.go.id/content/petunjuk-pengisian-surat-setoran-pajak-ssp

Tinggalkan Balasan