11 September 2012,
 0

Sumber gambar: T-Qual

Sistem komunikasi di kantor adalah proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain dalam lingkungan kantor. Informasi yang disampaikan dapat berupa bermacam-macam keterangan, baik itu berupa gagasan, data, atau argumentasi dengan maksud agar informasi dapat diterima, ditangkap, dimengerti, dan dilaksanakan oleh penerima informasi (komunikan) sesuai dengan apa yang dimaksud oleh pemberi informasi (communicator). Komunikasi dapat terjadi secara horizontal antara pimpinan dengan bawahan, atau sebaliknya, secara horizontal, yaitu antara pimpinan dengan pimpinan, maupun bawahan dengan bawahan.

Selain dilakukan di dalam kantor, komunikasi juga harus dilakukan dengan lingkungan luar kantor, baik dengan mitra kerja, dengan perintah, maupun dengan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik, yaitu dengan menjalin hubungan kerja sama, mengadakan transaksi bisnis, serta tukar-menukar informasi, teknologi, dan kemampuan. Semua aktivitas tersebut harus dilakukan dengan komunikasi, baik komunikasi secara lisan maupun tulisan.

Secara garis besar, komunikasi meliputi unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Communication (Pengirim warta)
  2. Message (Warta, keterangan, atau buah pikiran)
  3. Tools (Alat atau sarana untuk menyampaikan informasi)
  4. Sign (Isyarat yang dipancarkan oleh alat/sarana yang bersangkutan)
  5. Communicatee (Penerima warta)

Tinggalkan Balasan