14 November 2012,
 0

Sumber gambar: Informa

Istilah sektor dan industri sering digunakan untuk memerikan sekelompok perusahaan yang beroperasi dalam segmen ekonomi yang serupa atau yang memiliki jenis bisnis yang mirip. Meskipun sering dipertukarkan dalam penggunaannya, kedua istilah ini sebenarnya memiliki makna yang agak berbeda dalam hal lingkup. Istilah sektor biasanya merujuk kepada segmen yang lebih luas, sedangkan industri merujuk kepada kelompok perusahaan atau usaha yang lebih spesifik.

Suatu ekonomi biasanya dibagi dulu menjadi beberapa sektor yang menggambarkan semua aktivitas ekonomi secara umum. Tiap-tiap sektor itu selanjutnya dibagi menjadi industri yang di dalamnya dimasukkan perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha dalam bidang tersebut. Industri-industri ini kadang dipecah lagi menjadi subkategori yang lebih kecil dan spesifik.

Kategorisasi ekonomi menurut sektor dan industri sangat beragam. Salah satu pengelompokan sektor yang sering digunakan membagi sektor menjadi empat, yaitu (1) sektor primer yang mengekstrak dan memanen produk alamiah dari alam, mis. pertanian, petambangan, dan kehutanan, (2) sektor sekunder yang terdiri dari pemrosesan, pabrikasi, dan konstruksi, (3) sektor tersier seperti penjualan ritel, hiburan, dan jasa keuangan, serta (4) sektor kuarterner yang melibatkan pengembangan intelektual seperti pendidikan. Di sisi lain, pengelompokan industri biasanya dikeluarkan oleh suatu organisasi dan diberi nama tertentu. Beberapa jenis pengelompokan industri yang paling banyak dipakai adalah ISIC (PBB), NAICS (Biro statistik AS, Kanada, dan Meksiko), NACE (Eropa), SIC (AS), ICB (FTSE), GICS (S&P, Morgan Stanley Capital International), TRBC (Thomson Reuters), dan DJII (Dow Jones).

Rujukan:

[1] http://www.investopedia.com/ask/answers/05/industrysector.asp

[2] http://www.investopedia.com/terms/s/sector.asp

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/Industry_classification

Tinggalkan Balasan