31 Oktober 2012,
 0

Tulisan saya kali ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya sekaligus bagian akhir dari teori sebab akibat yang saya tulis. Saya langsung saja kepada 2 teori sisa yang merupakan awal dari terbentuknya teori kasualitas ini.

2. Teori Khusus (Individualiserende theori)

Pada teori ini, tidak semua sebab dapat menimbulkan akibat, tetapi hanya sebab yang paling dekat yang dapat menimbulkan akibat.

Jika contoh kasus 1 pada artikel sebelumnya dikaitkan dengan teori ini, penyebab matinya B adalah tenggelam.

3. Teori Generalisir (generalisende theori)

Teori generalisasi berpatokan pada kondisi sebelum terjadinya kasus. Jadi, kriteria yang dipakai adalah satu perbuatan yang menurut perhitungan normal dapat menimbulkan akibat. Dengan demikian, hanya sebab yang kuat yang dianggap sebab yang menimbulkan akibat.

Sumber:

  1. Modul Hukum Pidana – Endah Lestari D., SH, MH.
  2. Budiyanto’s Blog

Tinggalkan Balasan