9 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: Gary B. Clayton

Pandangan tradisional menggambarkan risiko sebagai potensi kejadian yang akan mengancam pencapaian tujuan organisasi atau proyek. Namun, menurut stigma yang saat ini berkembang, risiko tidak hanya diartikan sebagai hal yang negatif, tapi juga positif. Risiko positif (upside risk) disebut juga sebagai peluang (opportunity). Peluang merupakan hal-hal yang dapat mendukung atau mengakselerasi pencapaian tujuan organisasi atau proyek.

Sama halnya dengan strategi respons risiko, peluang pun perlu disusun rencana responsnya. Terdapat 4 strategi dalam rangka merespons peluang. Strategi tersebut adalah pengeksploitasian (exploit), pengembangan (enhance), pembagian dengan pihak ketiga (share), dan pengabaian (ignore). Dengan memodifikasi strategi respons menggunakan salah satu strategi tersebut, pengelolaan peluang dapat menjadi bagian integral dari manajemen risiko. Peluang dapat memberikan peringatan seperti halnya risiko/ancaman serta mendorong upaya untuk mengelolanya secara proaktif untuk mencapai manfaat.

Exploit adalah usaha yang dilakukan untuk mengeliminasi ketidakpastian dengan cara memastikan peluang terjadi. Tujuan dari strategi ini adalah meningkatkan kemungkinan keterjadian peluang hingga 100%. Eksploitasi merupakan strategi paling agresif dibandingkan yang lainnya. Strategi ini biasanya dipilih untuk “kesempatan emas” dengan probabilitas dan dampak tinggi yang tidak dapat dilewatkan oleh proyek atau organisasi.

Enhance adalah strategi respons peluang dengan cara meningkatkan kemungkinan terjadinya peluang tersebut. Dalam hal ini, meskipun beberapa tindakan diambil untuk meningkatkan keterjadian peluang, tidak ada jaminan bahwa peluang tersebut akan terjadi.

Beberapa hal yang dapat menggambarkan perbedaan antara exploit dan enhance:

Exploit Enhance
Usaha yang dilakukan untuk memastikan peluang terjadi. Usaha yang dilakukan untuk mencoba merealisasikan peluang.
Usaha untuk memastikan peluang terjadi hingga 100%. Usaha untuk meningkatkan kemungkinan keterjadian peluang.
Diasumsikan sebagai kebalikan avoid dalam mitigasi risiko. Diasumsikan sebagai kebalikan dari reduce dalam mitigasi risiko.

Share adalah strategi respons peluang dengan melibatkan pihak ketiga yang dianggap mampu untuk menangani, memaksimalkan kemungkinan keterjadian, serta meningkatkan potensi manfaat ketika peluang terjadi. Sama halnya ketika risiko/ancaman terjadi, pihak ketiga yang dibagi wajib turut bertanggung jawab atas pengelolaannya.

Ignore adalah strategi terakhir dalam merespons peluang dengan mengabaikannya. Hal ini sama artinya dengan strategi mitigasi penerimaan risiko.

Rujukan:

  1. http://www.risk-doctor.com/pdf-files/opp1101.pdf
  2. http://pmstudycircle.com/2012/02/enhance-risk-response-vs-exploit-risk-response-strategies/

Tinggalkan Balasan