12 September 2012,
 0

Sumber gambar: Pro Commerce

Retur penjualan adalah pengembalian barang dari pembeli kepada penjual karena barang yang diterima rusak atau cacat dalam perjalanan atau dalam pengiriman. Ada dua pandangan yang berbeda dalam pencatatan penerimaan retur. Pandangan pertama menganggap bahwa retur mengurangi penjualan. Hal ini sama dengan menghapus, merevisi, atau membatalkan dokumen penjualan, termasuk pembatalan faktur pajak. Pandangan kedua menganggap bahwa retur adalah unsur penerimaan yang akan menambah persediaan sejumlah barang retur yang diterima. Hal ini akan menjadi bukti bagi bagian akuntansi untuk mendebet retur penjualan dan mengkredit piutang sehingga nilai penjualan dan piutang berkurang serta persediaan akan bertambah. Dengan pandangan ini, pengeluaran tidak sebanding dengan penjualan.

Kedua pandangan tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Bila dicatat mengurangi penjualan, akan terlihat bahwa pengeluaran selalu sebanding dengan penjualan. Sebaliknya, bila dicatat sebagai penerimaan, akan terlihat bahwa angka pengeluaran lebih besar dari penjualan dan selisihnya adalah angka yang menunjukan pemborosan yang terjadi. Pemborosan tersebut adalah hal yang perlu mendapat perhatian.

Tinggalkan Balasan