4 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: SBM

Pertambangan merupakan kegiatan ekstraksi mineral berharga atau geologi lainnya dari bumi. Kegiatan pertambangan yang marak berkembang di Indonesia, khususnya pulau Kalimantan, salah satunya adalah batu bara. Batu bara bernilai karena kandungan energinya dan sejak tahun 1880 telah banyak digunakan untuk menghasilkan listrik.

Sampai saat ini, pertambangan batu bara telah mengalami banyak perkembangan. Dari awalnya para penambang hanya mengandalkan penggalian batu bara dengan cara manual, sampai dengan saat ini menggunakan peralatan canggih (conveyor, floating crane, excavator, dll).

Berikut ini adalah gambaran besaran proses pertambangan batu bara:

  1. Para penambang beserta tim geologi melakukan survei potensi batu bara baik di atas permukaan maupun di bawah tanah. Proses tersebut di antaranya adalah studi topografi, geologi, geokimia, dan geofisik.
  2. Para penambang (mine planner) membuat desain tambang yang dilanjutkan dengan proses pengeboran tanah (drilling) dan peledakan (blasting).
  3. Para penambang mulai melakukan eksploitasi batu bara termasuk pengerukan tanah untuk memisahkan dust dan batubara. Dust selanjutnya akan diangkut ke overburden area.
  4. Batu bara diangkut ke stockpile untuk diproses atau dihaluskan. Di stockpile akan dilakukan pemisahan batu bara berdasarkan kualitasnya (high, medium, low).
  5. Batu bara diangkut dari stockpile ke jetty untuk akhirnya diperdagangkan.

Tinggalkan Balasan