17 September 2012,
 0

Gambar: Munif Chatib

Proses pengumpulan data merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang konsultan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan studi dokumen, observasi, maupun wawancara. Pada proses wawancara, seorang konsultan membutuhkan kemampuan untuk menyusun proses wawancara yang baik dan terstruktur. Proses tersebut dapat dibagi ke dalam empat tahap, yaitu:

1. Membuat pedoman wawancara

Sebelum melakukan wawancara, ada baiknya kita mempersiapkan kerangka wawancara yang berisi pertanyaan 5W (what, when, where, why, who) dan 1H (how) mengenai topik wawancara yang akan dilakukan. Kerangka ini sebaiknya dibuat secara terstruktur, tetapi harus tetap fleksibel terhadap perubahan yang terjadi saat melakukan wawancara.

2. Pembukaan wawancara

Saat ingin memulai wawancara, lakukan pembicaraan awal yang akan menumbuhkan kepercayaan dan hubungan positif terhadap interviewee. Pembicaraan dapat berupa obrolan kecil yang dapat mencairkan suasana di antara interviewee dan interviewer. Perhatikan juga untuk selalu menjelaskan rancangan wawancara yang akan dilakukan kepada interviewee.

3. Isi wawancara

Isi wawancara harus berdasarkan tujuan wawancara itu sendiri. Jika wawancara yang akan dilakukan hanya secara singkat, siapkan hanya kata kunci untuk setiap pertanyaan. Akan tetapi, jika wawancara yang dilakukan berlangsung lama, siapkan panduan wawancara yang lebih terperinci dari topik dalam bentuk subtopik yang kemudian menjadi pertanyaan-pertanyaan wawancara.

4. Penutupan wawancara

Pada setiap wawancara yang dilaksanakan, seorang interviewer harus memperkirakan dengan baik waktu yang ditempuh untuk melakukan wawancara tersebut. Tetapkan limit waktu untuk setiap wawancara berlangsung agar didapatkan waktu yang efektif pada saat wawancara.

Tinggalkan Balasan