6 Juli 2012,
 0

Dalam rangka pencapaian tujuan dan sasarannya, perusahaan perlu menetapkan proses bisnis. Proses bisnis dirumuskan untuk setiap unit yang ada di perusahaan. Proses bisnis sendiri adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya.

Dalam proses bisnis, tercantum kegiatan-kegiatan terstruktur yang telah ditentukan ruang dan waktunya, “bagaimana” suatu kegiatan dilakukan, serta kejelasan masukan dan keluaran yang akan diwujudkan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. Proses bisnis didokumentasikan dalam bentuk prosedur.

Adapun karakteristik proses bisnis adalah:

  1. Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
  2. Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
  3. Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
  4. Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
  5. Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
  6. Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.

Tipe proses bisnis:

  1. Proses manajemen, yaitu proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Misalnya manajemen strategis
  2. Proses operasional, yaitu proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Misalnya proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
  3. Proses pendukung, yaitu proses yang mendukung proses inti. Misalnya akunting atau perekrutan

Rujukan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_bisnis

Tinggalkan Balasan