2 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: Blanchard LeaderChart

Di dalam setiap organisasi, prestasi merupakan salah satu aspek penting yang dapat mendorong kineja seseorang. Dengan prestasi yang bagus, kinerja seseorang akan jauh lebih baik. Setiap pemimpin dan pekerja mempunyai tujuan yang sama untuk kegiatan yang akan dilakukan. Mereka ingin pekerjaan mereka lancar dan tidak terganggu oleh kondisi yang tidak diinginkan. Oleh karena itulah, secara periodik mereka harus mengetahui tingkat kinerja yang telah dilakukannya untuk perusahaan atau organisasi.

Perusahaan akan maju jika semua orang yang terlibat di dalam kegiatan bekerja dengan sebaik-baiknya. Setiap orang harus menjalankan tugas dan kewajibannya secara maksimal. Sebagai bagian dari perusahaan, setiap pekerja harus memiliki konsep andarbeni (memiliki) terhadap perusahaan. Jika kondisi ini ada di dalam hati semua pihak, program perusahaan bukanlah suatu yang sulit untuk diwujudkan. Hal ini sangat penting sebab kemajuan perusahaan sangat tergantung pada prestasi kerja karyawan.

Perusahaan yang maju ialah perusahaan yang telah mendapatkan peran aktif pekerja secara maksimal. Para pekerja yang sangat total mengabdikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan perusahaan dan bukan sekedar menggantungkan nasib ke perusahaan. Semua karyawan harus secara aktif bergerak untuk memajukan perusahaan dan hal tersebut hanya dapat dicapai jika semua pihak berprestasi di bidangnya. Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan, pimpinan perusahaan harus menyelenggarakan proses penilaian prestasi kerja dengan saksama dan objektif.

Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi prestasi kinerja karyawan:

  • Faktor kemampuan: Secara psikologis, kemampuan terdiri dari kemampuan potensial (IQ) dan kemampuan nyata (knowledge + skill). Artinya, karyawan yang memiliki IQ di atas rata-rata dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh sebab itu, karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.
  • Faktor motivasi: Motivasi terbentuk dari sikap (atitude) seorang karyawan dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi menggerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja).

Tinggalkan Balasan