19 September 2012,
 0

Gambar: eHow

Pada awalnya, penerapan pengendalian intern (internal control) memiliki tujuan untuk menjaga aktiva-aktiva organisasi. Pada perkembangannya, sistem pengendalian internal ini digunakan untuk mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi serta mendorong dipatuhinya peraturan dan perundang-undangan. Sejarah pengendalian intern di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan sejarah standar audit yang digunakan pada perusahaan swasta di Indonesia. Standar audit pertama kali dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 1983 dengan nama Norma Pemeriksaan Akuntan. Pada 1 Agustus 1994, IAI menerbitkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diperbaharui lagi dengan menerbitkan SPAP pada 1 Januari 2001. Standar Auditing yang terkait dengan pengendalian intern adalah :

  1. Norma Pemeriksaan Akuntan: Sumber Standar Audit diatur pada Norma Pemeriksaan Akuntan Standar Pekerjaan Lapangan No. 2 menyebutkan pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian Internal.
  2. SPAP 1994:
    • Pernyataan Standar Audit (PSA) No. 06 tentang Pengkajian dan Penilaian Sistem Pengendalian Interen
    • PSA No. 23 tentang Pertimbangan Struktur Pengendalian Interen dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan.
    • PSA No. 24 tentang Komunikasi Permasalahan yang Berhubungan dengan Struktur Pengendalian Interen yang ditemukan dalam Pemeriksaaan.
    • PSA No. 35 tentang Komunikasi Masalah yang Berkaitan dengan Pengendalian Interen yang Ditemukan dalam Suatu Audit.
    • PSA No. 60 tentang Penentuan Risiko dan Pengendalian Interen Pertimbangan dan Karakteristik Sistem Informasi Komputer.
    • PSA No. 69 tentang Pertimbangan atas Pengendalian Interen dalam Audit Laporan Keuangan.
  3. SPAP 2001: SA Seksi 314 tentang Penentuan Risiko dan Pengendalian Interen Pertimbangan dan Karakteristik Sistem Informasi Komputer. Ketentuan tentang Internal Controls.

Rujukan:

  1. Pengendalian Intern
  2. Intern Controls di Indonesia

Tinggalkan Balasan