30 Agustus 2012,
 0

Quality Management Website

Dorathea Wahyu Ariani dalam buku Manajemen Kualitas (Ariani, 1994) mengatakan bahwa istilah mutu sangat penting suatu organisasi atau perusahaan karena:

1. Reputasi Perusahaan

Perusahaan atau organisasi yang telah menghasilkan suatu produk atau jasa yang bermutu akan mendapatkan predikat sebagai organisasi yang mengutamakan mutu. Oleh karena itu, perusahaan atau organisasi tersebut mendapatkan nilai lebih di mata masyarakat.

2. Penurunan Biaya

Dalam paradigma lama, menghasilkan produk bermutu selalu membawa dampak pada peningkatan biaya. Suatu produk yang bermutu identik dengan harga mahal. Paradigma baru mengatakan bahwa dengan menghasilkan produk atau jasa yang bermutu, perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi pada customer satisfaction, yaitu berdasarkan jenis, tipe, waktu, dan jumlah produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

3. Pertanggungjawaban Produk

Dengan semakin meningkatnya mutu produk atau jasa yang dihasilkan, perusahaan atau organisasi akan tampak semakin bertanggung jawab terhadap desain, proses, dan pendistribusian produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

4. Dampak Internasional

Bila kita mampu menawarkan produk atau jasa yang bermutu, selain dikenal di pasar lokal, produk atau jasa yang ditawarkan akan dikenal dan diterima di pasar internasional.

5. Penampilan Produk atau Jasa

Mutu akan membuat produk atau jasa dikenal dan hal ini akan membuat perusahaan atau organisasi yang menghasilkan produk juga akan dikenal dan dipercaya masyarakat lainnya.

6. Mutu yan dirasakan

Persaingan saat ini bukan lagi masalah harga melainkan mutu produk. Hal inilah yang mendorong konsumen untuk mau membeli produk dengan harga tinggi. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan mutu bukan hanya mutu produk itu sendiri, melainkan mutu secara menyeluruh (Total Quality).

Dengan demikian, apakah sebuah mutu produk dianggap bermutu atau tidak tergantung apakah produk itu menjalankan sesuai dengan sifat-sifat yang mencirikan ketepatan produk tersebut untuk digunakan. Manakala produsen menentukan sifat-sifat mutu itu sendiri dan menentukan standar mutu tersebut akan mencerminkan mutu produk yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan