16 Juli 2012,
 2

Sumber gambar: detik.com

Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Orang pribadi yang wajib memiliki NPWP yaitu:

  1. Orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
  2. Orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, yang memperoleh penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun adalah :

  • Wajib Pajak sendiri: Rp 15.840.000,-
  • Wajib Pajak kawin: Rp 17.160.000,-
  • Wajib Pajak kawin & memiliki 1 tanggungan: Rp 18.480.000,-
  • Wajib Pajak kawin & memiliki 2 tanggungan: Rp 19.800.000,-
  • Wajib Pajak kawin & memiliki 3 tanggungan: Rp 21.120.000,-

Contoh: Budi (statusnya sendiri) karyawan di PT A dan memiliki penghasilan setiap bulannya Rp 2 juta atau Rp 24 Juta setahun. Dengan demikian Budi wajib memiliki NPWP.

Kemudian, berikut adalah manfaat memiliki NPWP:

  1. Kemudahan Pengurusan Administrasi:
  • Pengajuan kredit bank.
  • Pembuatan Rekening koran di bank.
  • Pengajuan SIUP/TDP.
  • Pembayaran pajak final (PPh Final, PPN, BPHTB, dll).
  • Pembuatan paspor.
  • Keikutsertaan dalam lelang di instansi pemerintah, BUMN dan BUMD.
  1. Kemudahan pelayanan perpajakan :
  • Pengambilan pajak.
  • Pengurangan pembayaran pajak.
  • Penyetoran dan pelaporan pajak.

NPWP dapat dihapuskan hanya bila Wajib Pajak tersebut sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif atau subjektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, misalnya bila Wajib Pajak meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan, atau meninggalkan warisan tetapi sudah terbagi habis kepada ahli warisnya. Contoh lain adalah Wajib Pajak tidak lagi memperoleh penghasilan atau memperoleh penghasilan tetapi di bawah PTKP.

Sanksi yang dikenakan kepada setiap orang yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP adalah dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Sumber: Buku Direktorat Jenderal Pajak

2 responses on “Pengertian, Manfaat, Penghapusan, & Sanksi NPWP

  1. Cherly Cheche mengatakan:

    penghasilan berapa yg wajib memiliki NPWP???
    Berapa nominal yg harus kita bayar???

  2. Fardi Derfi mengatakan:

    ,akasih buanget infonya mbak..

Tinggalkan Balasan