19 November 2012,
 0

Sumber gambar: Guntur Arifianto

Pierson (dalam buku Hasibuan, 2005) mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang menerima kredit, tetapi tidak memberikan kredit. Teori Pierson ini menyatakan bahwa bank dalam operasionalnya hanya bersifat pasif saja, yaitu hanya menerima titipan uang saja. Sebaliknya, Stuart mendefinisikan bank sebagai badan usaha yang wujudnya memuaskan keperluan orang lain dengan memberikan kredit berupa uang yang diterimanya dari orang lain, sekalipun dengan jalan mengeluarkan uang baru kertas atau logam (Hasibuan, 2005:2).

Menurut Hasibuan, bank adalah lembaga keuangan. Artinya, bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama berupa aset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, bukan hanya mencari keuntungan saja. Berdasarkan Undang-Undang RI No. 7 tahun 1992 tentang perbankan yang telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dalam bentuk simpanan atau tabungan dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit.

Tinggalkan Balasan