26 Juli 2012,
 0

Sumber: Pajak Kita

Pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) terjadi apabila jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang atau telah dilakukan pembayaran pajak yang tidak seharusnya terutang, dengan catatan Wajib Pajak tidak punya hutang pajak lain.

Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran pajak dalam hal jumlah kredit pajak atau jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang adalah sbb.:

  • Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan restitusi ke Direktur Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak terdaftar atau berdomisili.
  • Direktur Jenderal Pajak, setelah melakukan pemeriksaan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak, menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dalam hal:
    • PPh, apabila jumlah kredit pajak lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang.
    • PPN, apabila jumlah kredit pajak lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang. Jika terdapat pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai, jumlah pajak yang terutang dihitung dengan cara jumlah Pajak Keluaran dikurangi dengan pajak yang dipungut oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai tersebut, atau
    • PPnBM, apabila jumlah pajak yang dibayar lebih besar daripada jumlah pajak yang terutang.
    • SKPLB diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak paling lama 12 bulan sejak surat permohonan diterima secara lengkap.
  • Apabila dalam jangka waktu 12 bulan sejak permohonan restitusi Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan keputusan, permohonan dianggap dikabulkan, dan SKPLB diterbitkan dalam waktu paling lambat 1 bulan setelah jangka waktu berakhir. Apabila SKPLB terlambat diterbitkan, kepada WP diberikan imbalan bunga sebesar 2% per bulan dihitung sejak berakhirnya jangka waktu 1 bulan tersebut sampai dengan saat diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar.

Tinggalkan Balasan