18 Oktober 2012,
 0

Pengelompokan atau kategorisasi informasi selalu menjadi isu yang menarik untuk ditelaah. Suatu himpunan data yang sama dapat dikelompokkan dengan berbagai cara. Demikian pula halnya dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia. Paling tidak ada dua cara pengelompokan ke-140 BUMN yang berhasil saya temukan, yaitu menurut daftar BUMN di situs resmi Kementerian BUMN (KBUMN) dan menurut dokumen Rencana Strategis KBUMN 2012–2014.

Menurut daftar BUMN di situs resmi KBUMN, ada 13 kelompok BUMN, yaitu:

  1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
  2. Pertambangan dan Penggalian
  3. Industri Pengolahan
  4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin
  5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang, Pembuangan Pembersihan Limbah dan Sampah
  6. Konstruksi
  7. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Motor
  8. Transportasi dan Pergudangan
  9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
  10. Informasi dan Komunikasi
  11. Jasa Keuangan dan Asuransi
  12. Real Estate
  13. Jasa Profesional, Ilmiah, dan Teknis

Yang menarik dari daftar ini adalah bahwa PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dimasukkan ke dalam dua kelompok sekaligus, yaitu kelompok #11 (Jasa Keuangan dan Asuransi) dan #13 (Jasa Profesional, Ilmiah, & Teknis). Saya tidak tahu apakah hal ini disengaja atau tidak.

Dokumen Rencana Strategis KBUMN 2012–2014 (Renstra) mengelompokkan BUMN ke dalam 36 sektor usaha, yaitu Perkebunan, Kehutanan, Perikanan, Pertanian, Pupuk, Jasa Lainnya, Pertambangan, Semen, Baja & Konstruksi Baja, Dok & Perkapalan, Energi, Industri Berbasis Teknologi, Industri Pertahanan, Telekomunikasi, Aneka Industri, Kertas, Percetakan & Penerbitan, Industri Farmasi, Industri Sandang, Angkutan Darat, Konstruksi, Penunjang Konstruksi, Konsultan Konstruksi, Kawasan Industri, Pelayaran, Penerbangan, Kebandarudaraan, Pelabuhan, Logistik, Pengerukan, Asuransi, Perbankan, Jasa Pembiayaan, Pariwisata, Perdagangan, dan Jasa Penilai. Tampaknya ke-36 sektor usaha ini merupakan subkategori dari 13 kelompok yang ada di situs resmi KBUMN (Situs), walapun ada juga beberapa perusahaan pada sektor yang sama dalam Renstra ternyata dimasukkan ke dalam sektor yang berbeda di Situs. Contohnya, PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sama-sama dimasukkan ke dalam sektor Energi pada Renstra, tetapi keduanya dimasukkan ke dalam sektor yang berbeda pada Situs. Bukit Asam dimasukkan ke dalam kategori Pertambangan dan Penggalian, sedangkan PLN dimasukkan ke dalam kategori Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin. Lagi-lagi saya tidak tahu apakah hal ini disengaja atau tidak.

KBUMN seyogianya menstandardisasikan pengelompokan terhadap BUMN. Bila memang ada subkategorisasi, sebaiknya hal tersebut dilakukan secara konsisten dan diwujudkan secara eksplisit dalam daftar yang tersedia untuk publik.

Tinggalkan Balasan