18 Juli 2012,
 0

Kas kecil atau petty cash  merupakan account yang khusus dipergunakan untuk menandai transaksi-transaksi kecil dan rutin dilakukan. Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, jumlah kas kecil setiap pembukaan di awal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan hendaknya selalu dihitung secara fisik. Hasil perhitungan ini kemudian dicocokan dengan catatan kas kecil atau lebih dikenal dengan rekonsialisasi kas kecil.

Jika ditemukan perbedaan antara jumlah tersebut, perbedaan perlu segera diperbaiki agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara hari pertama dan hari berikutnya. Berikut karakteristik dasar dari kas kecil yang perlu diketahui:

  1. Jumlahnya dibatasi  tidak lebih atau tidak kurang dari satu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan skala operasional perusahaan (biasanya antara Rp100.000 sampai dengan Rp1.000.000).
  2. Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari.
  3. Disimpan di tempat yang khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box, atau di dalam sebuah amplop.
  4. Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).

Tinggalkan Balasan