26 Juli 2012,
 0

Sumber: Facility Management Magazine

Melanjutkan pembahasan saya mengenai standar manajemen risiko yang lalu, saat ini saya akan membahas penerapan standar tersebut sesuai dengan budaya organisasi.

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Contoh dari budaya organisasi di antaranya adalah inovasi, keberanian mengambil risiko, orientasi pada tujuan, orientasi pada tim, agresivitas menjalankan bisnis, dsb.

Untuk organisasi yang berorientasi pada proses, standar manajemen risiko yang cocok dipakai adalah ISO 31000:2009 atau AS/NZS 4360:2009. ISO 31000 memahami bahwa terdapat berbagai macam sifat, tingkat, besaran, dan kompleksitas risiko organisasi. Oleh karena itu, standar ini memberikan panduan mengenai prinsip dan penerapan manajemen risiko secara generik. Pendekatan manajemen risiko ini dapat digunakan untuk lingkup kegiatan organisasi yang lebih kecil, seperti proyek, guna memperkuat hubungan antar kegiatan yang ujungnya adalah memastikan pencapaian organisasi.

Di sisi lain, COSO ERM Intergrated Framework cocok diterapkan pada organisasi yang sudah maturego public, dan telah mendefinisikan tujuannya secara jelas. Biasanya COSO ERM diterapkan oleh BUMN di Indonesia karena tuntutan kewajiban pelaporan terkait pelaksanaan manajemen risikonya kepada publik.

Rujukan:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_organisasi
  2. Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 Untuk Industri Nonperbankan: Leo J Susilo & Viktor Riwu Kaho; 2010

Tinggalkan Balasan