7 November 2012,
 0

Sumber gambar: Info Rumah

Yang dimaksud dengan pedagang eceran adalah pengusaha yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya melakukan usaha perdagangan dengan cara sebagai berikut:

  1. Menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) melalui suatu tempat penjualan eceran seperti toko, kios, atau dengan cara penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir atau dengan cara penjualan yang dilakukan dari rumah ke rumah.
  2. Menyediakan Barang Kena Pajak (BKP) yang diserahkan dari tempat penjualan secara eceran tersebut.
  3. Melakukan transaksi jual beli secara spontan tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang. Pada umumnya transaksi bersifat tunai dan pembeli pada umumnya datang ke tempat penjualan tersebut, kemudian langsung membawa sendiri Barang Kena Pajak (BKP) yang dibelinya.

Yang dimaksud dengan Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran adalah pengusaha yang:

  1. Melakukan kegiatan yang memenuhi kriteria sebagai pedagang eceran.
  2. Berdasarkan 2 tahun buku sebelumnya, atau terhitung sejak awal tahun buku berjalan sampai dengan suatu bulan dalam tahun buku yang sama melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dengan nilai lebih dari Rp360.000.000. Bila penyerahan yang dilakukan oleh pengusaha tersebut adalah penyerahan campuran antara Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak, ada dua persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu (1) nilai penyerahan campuran melebihi Rp 360.000.000 dan (2) lebih dari 50% dari nilai penyerahan tersebut berasal dari penyerahan Barang Kena Pajak (BKP).

Pengusaha yang melakukan penyerahan campuran dan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) karena lebih dari 50% dari seluruh nilai penyerahannya berasal dari penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), bukanlah termasuk dalam pengertian Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran.

Tinggalkan Balasan