12 Juli 2012,
 1

Sumber gambar: Get Entrepreneurial

Pajak keluaran dan pajak masukan adalah dua istilah yang dikenal dalam tata cara perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak keluaran adalah pajak yang dikenakan ketika Pengusaha Kena Pajak melakukan penjualan terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak. Pajak masukan adalah pajak yang dikenakan ketika Pengusaha Kena Pajak melakukan pembelian terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak.

Tata cara umum Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pengusaha kena pajak mengurangkan atau mengkreditkan pajak masukan dalam suatu masa dengan pajak keluaran dalam masa pajak yang sama. Apabila dalam masa pajak tersebut lebih besar pajak keluaran, kelebihan pajak keluaran harus disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, apabila dalam masa pajak tersebut pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, kelebihan pajak masukan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya atau dimintakan restitusi. Dalam tata cara umum tersebut, jumlah yang harus dibayarkan oleh pengusaha kena pajak berubah-ubah sesuai dengan pajak masukan yang dibayarkan dan pajak keluaran yang dipungut dalam suatu masa pajak.

Batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak masukan adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir sehingga PKP memiliki waktu yang cukup lama untuk melakukan pengkreditan pajaknya.

One response on “Pajak Masukan & Pajak Keluaran pada PPN

  1. Didi Aldi mengatakan:

    ass.wr.wb
    kalo kita beli barang tapi gak ada faktur pajak masukannya bisa ngak kita jadikan sebagai kredit pajak untuk mengurangi Ppn keluaran…

Tinggalkan Balasan