8 November 2012,
 0

Sumber gambar: Art of Project Management

Keputusan identik dengan masalah. Pada tahun 1960, Herbert Simon mengklasifikasikan masalah dalam sebuah garis yang bermula dari masalah sangat terstruktur hingga masalah sangat tidak terstruktur. Oleh karena itu, masalah dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu masalah terstruktur, masalah semi-terstruktur, dan masalah tidak terstruktur.

1. Masalah terstruktur

Masalah yang rutin dan selalu berulang sehingga perlu standar solusi.

Contoh: Seorang pilot mendapatkan masalah saat akan menerbangkan pesawat. Masalah ini termasuk masalah terstruktur karena merupakan masalah rutin dan sudah ada prosedur penyelesaiannya.

2. Masalah semi-terstruktur

Masalah yang dihadapi mungkin merupakan masalah rutin, tetapi prosedur standar yang biasa digunakan tidak dapat memecahkan masalah yang ada. Oleh sebab itu, selain membutuhkan solusi standar, masalah ini juga membutuhkan keputusan individual.

Contoh: Pilot mendapatkan masalah pada mesin sehingga perlu melakukan pendaratan darurat. Sesuai prosedur, pilot harus mendaratkan pesawat pada tempat yang aman sesuai petunjuk melalui alat komunikasi dari bandara terdekat. Namun, suara yang terdengar tidak jelas. Untungnya, pilot mengenal daerah sekitar dan memiliki peta sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan intuisi agar tidak merugikan penumpang.

3. Masalah tidak terstruktur

Masalah yang rumit dan tidak mudah dicari solusinya karena kompleks dan pengambil keputusan tidak memiliki pengalaman untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh: Pada masalah nomor dua, pilot tidak mengenal daerah sekitar dan petanya hilang.

Tinggalkan Balasan