15 Oktober 2012,
 0

Tulisan ini didasarkan pada buku The One Minute Manager karangan Kenneth Hartley Blanchard, Ph.D dan Spencer Johnson, M.D yang pertama kali diterbitkan tahun 1982. Di dalam buku ini dikisahkan tentang seorang pria muda cerdas dalam proses menjadi manajer yang efektif. Berdasarkan pengalamannya, pria muda ini sudah banyak melihat “manajer tangguh yang organisasinya tampak menang, sementara orang-orangnya kalah” dan juga “manajer yang menyenangkan, orang-orangnya tampak menang, sementara organisasinya kalah”. Di dalam pencariannya, pria muda ini berupaya menemukan figur seorang manajer efektif yang bekerja dengan baik dalam mengatur diri dan anak buahnya sehingga orang-orang mereka merasa senang pada pemimpin dan organisasi yang dipimpinnya. Pada akhirnya, kehadiran manajer efektif membawa keuntungan bagi organisasi maupun orang-orangnya.

Seorang “Manajer Satu Menit” adalah manajer yang secara efektif menggunakan waktu sangat sedikit untuk mendapatkan hasil yang besar dari orang-orangnya. Ia tidak akan membuat keputusan untuk anak buahnya, tetapi mendorong anak buah untuk membuat keputusan sendiri. Ada tiga rahasia untuk menjadi “manajer satu menit”, yaitu:

  1. Mendorong anak buahnya menyusun sasaran dan memastikan bahwa anak buahnya tahu apa saja yang harus mereka pertanggungjawabkan sesuai dengan sasaran yang dibuatnya.
  2. Manajer memberikan pujian apabila mendapati anak buah melakukan kerja yang benar untuk mencapai sasaran yang telah dibuatnya.
  3. Manajer akan memberikan teguran apabila anak buahnya melakukan kesalahan dan memberikan arahan yang benar.

“Manajer Satu Menit” yang efektif peduli kepada orang maupun hasil. Orang dan hasil berjalan seiring dalam pengelolaan perusahaan. Dari aspek “orang”, anak buah yang merasa enak terhadap dirinya dapat melakukan lebih banyak dan memberikan hasil yang lebih banyak pula. Oleh karena itu, pemimpin wajib membantu anak buahnya merasa enak terhadap dirinya. Dengan demikian, produktivitas kerja dapat dicapai secara maksimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Tinggalkan Balasan