1 November 2012,
 1

Sumber gambar: Geneva School of Diplomacy

Manajemen krisis merupakan upaya pengelolaan dan pengoordinasian respons yang dilakukan sebuah institusi terhadap insiden yang mengancam institusi tersebut. Insiden atau peristiwa tersebut mengancam personel, struktur, kemampuan beroperasi, dan atau reputasi institusi tersebut. Manajemen krisis memperhitungkan perencanaan dan respons otomatis terhadap suatu insiden, namun juga harus bersifat dinamis menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang tidak terprediksi. Tiga elemen penting yang perlu diperhatikan dalam penerapan manajemen krisis adalah (a) insiden yang mampu mengancam institusi, (b) unsur kejutan, dan (c) waktu singkat dalam pengambilan keputusan.

Orang sering menyamakan manajemen risiko dengan manajemen krisis. Padahal, ada perbedaan antara kedua konsep tersebut. Manajemen risiko adalah aktivitas memperkirakan dan menilai potensi ancaman serta menemukan cara untuk mengurangi eksposur ancaman tersebut, sedangkan manajemen krisis adalah aktivitas memperhitungkan sebelum, selama, dan setelah suatu ancaman terjadi.

Menurut pandangan saya, manajemen krisis adalah upaya yang dilakukan sebuah institusi terhadap ancaman yang sudah terjadi. Di sisi lain, manajemen risiko adalah upaya preventif yang dilakukan institusi guna memperkirakan ancaman apa yang pernah terjadi dan mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Selain itu, manajemen krisis bukan merupakan suatu bentuk kegagalan dari manajemen risiko karena siapa pun tidak akan mampu memperkirakan kemungkinan terjadinya bencana.

One response on “Manajemen krisis vs manajemen risiko

  1. edy s mengatakan:

    Sekedar menambahkan: manajemen krisis adl bagian dari BCMS (Business Cont Mgt System) yg meliputi: Emergency Response, Crisis Mgt, dan Business Recovery. Jd setelah ada kejadian (risk event), ada emerg response lalu di follow up dg CM dan BR. Adapun Mgt Risiko “berperan” lebih di “depan”.

Tinggalkan Balasan