3 Agustus 2012,
 0

Kompetensi inti (core competence) merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Prahalad & Hamel pada tahun 1990 yang didefinisikan sebagai pengetahuan kolektif perusahaan tentang cara mengoordinasikan beragam keterampilan dan teknologi produksi yang dimiliki perusahaan. Gagasan ini mendorong para manajer untuk mengidentifikasikan jenis kompetensi yang dimiliki perusahaan menjadi dua kelompok besar, yaitu inti dan non-inti. Kompetensi inti sebisa mungkin dipertahankan untuk dikerjakan sendiri oleh perusahaan, sedangkan kompetensi non-inti dapat dialihdayakan (outsource) kepada perusahaan lain.

Konsep kompetensi inti sangat penting dalam menentukan strategi perusahaan. Di tengah kerasnya persaingan usaha dan cepatnya perubahan lingkungan, kegiatan manajemen dapat difokuskan kepada kompetensi inti yang membuat perusahaan dapat menghasilkan produk atau layanan yang unik yang tidak mudah ditiru oleh pesaing. Kita ambil contoh APB Indonesia. Kompetensi kita adalah merangkai beragam metode dalam menentukan risiko dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan. Pelatihan dan sertifikasi manajemen risiko adalah kompetensi non-inti yang mungkin tidak perlu terlalu kita fokuskan dan dapat dialihdayakan kepada perusahaan lain.

Rujukan

Tinggalkan Balasan