6 November 2012,
 0

Sumber gambar: macphee

Teori mengenai multiple intelligence (kecerdasan majemuk) pertama kali dikemukakan oleh Howard Gardner (1983). Multiple intelligence merupakan model kecerdasan yang digolongkan dalam beberapa aspek. Gardner mengatakan bahwa setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan tingkat pengembangan yang berbeda. Kecerdasan ini bukan merupakan kecenderungan tunggal (IQ) yang dibawa sejak lahir saja, melainkan kecenderungan yang dapat dikembangkan. Setiap aspek kecerdasan dapat saling mendukung dan memberi sumbangan terhadap kreativitas kompetensi. Akan tetapi, ada kalanya salah satu kompetensi dimiliki secara lebih atau dapat juga dimiliki dengan kompetensi yang minimal. Terdapat delapan aspek kecerdasan yang dicetuskan oleh Gardner, yaitu visual/spasial, verbal/linguistik, musik, kinestetis, logis/matematis, intrapersonal, interpersonal, dan naturalis.

Visual/Spasial

Orang yang memiliki tingkat kecerdasan visual/spasial tinggi memiliki ketajaman dalam melihat. Mereka biasanya memiliki daya pengamatan yang tinggi dan kemampuan untuk berpikir dalam bentuk gambar. Mereka mampu menciptakan karya atau memecahkan permasalahan rumit di bidang fisika, bahkan kadang-kadang tanpa perlu bersusah payah.

Verbal/Linguistik

Kecerdasan di bidang bahasa bekerja bagaikan generator kata dan bahasa. Ini termasuk kepekaan dalam memahami struktur, arti, dan penggunaan bahasa, baik tertulis maupun lisan.

Musik

Kecerdasan musik merupakan gabungan dari kemampuan mengenali pola nada, tinggi-rendahnya nada, melodi, dan irama, ditambah dengan kepekaan dalam menangkap aspek-aspek bunyi dan musik secara mendalam atau penuh perasaan.

Kinestetis

Kecerdasan olah tubuh merangsang kemampuan seseorang untuk mengolah tubuh secara ahli atau untuk mengekspresikan gagasan dan emosi melalui gerakan. Kecerdasan ini termasuk kemampuan untuk menangani suatu benda dengan cekatan dan membuat sesuatu.

Logis/Matematis

Kecerdasan matematis bisa dikaitkan dengan “otak”. Kecerdasan ini mengatur pola pikir induktif dan deduktif, kerja dengan angka dan pola abstrak, serta pikiran logis.

Interpersonal

Kecerdasan interpersonal terkait dengan kepandaian untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kecerdasan ini membuat seseorang dapat memahami, bekerja sama dan berkomunikasi, serta memelihara hubungan baik dengan orang lain.

Intrapersonal

Orang dengan kecerdasan intrapersonal biasanya tidak cepat puas dengan hasil pekerjaan mereka. Mereka memiliki pengetahuan tentang dirinya, terutama kepekaan terhadap nilai, tujuan, dan perasaan mereka. Sifat tersebut membuat mereka mandiri, penuh percaya diri, punya tujuan, dan disiplin.

Naturalis

Kompetensi yang dikembangkan berkaitan dengan kecintaan pada alam dan kehidupan lingkungan. Kecerdasan naturalis terkait dengan kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan.

Sumber:

Tinggalkan Balasan