24 September 2012,
 0

Sumber gambar: FiNCAD

Manajemen risiko perusahaan memungkinkan manajemen untuk mengoptimalkan stakeholder value dengan mengelola ketidakpastian dan risiko serta peluang-peluang yang ada dengan tepat. Manajemen risiko perusahaan membantu manajemen dalam (1) mencapai tujuan, (2) mencegah kerugian dalam reputasi dan sumber daya, (3) melaporkan kinerja secara efektif, dan (4) menyesuaikan dengan hukum dan peraturan. CEO menetapkan gaya kepemimpinan organisasi dan memiliki tanggung jawab utama dalam kepemilikan manajemen risiko perusahaan.

Berikut adalah kapabilitas manajemen risiko perusahaan:

  1. Pertimbangan atas risk appetite dan strategi. Risk appetite harus dipertimbangkan dalam (a) mengevaluasi pilihan-pilihan strategis, (b) menerapkan tujuan, dan (c) mengembangkan teknik-teknik manajemen risiko.
  2. Keputusan penanganan risiko. Manajemen risiko perusahaan memungkinkan dilakukannya identifikasi dan pemilihan penanganan risiko dalam bentuk (a) penghindaran risiko, (b) pengurangan risiko, (c) pengalihan risiko, dan (d) penerimaan risiko.
  3. Pengurangan kejutan dan kerugian operasional. Hal tersebut dapat berkurang oleh suatu perbaikan kemampuan untuk mengantisipasi potensi kejadian dan mengembangkan penanganannya.
  4. Risiko yang beragam dan antar-perusahaan. Risiko dapat berpengaruh pada beragam bagian dari suatu entitas. Manajemen risiko perusahaan memungkinkan (a) penanganan yang efektif atas dampak-dampak yang terkait dan (b) penanganan yang terintegrasi terhadap beragam jenis risiko.
  5. Respons terhadap peluang-peluang. Dengan memfasilitasi adanya identifikasi potensi kejadian, manajemen risiko perusahaan membantu manajemen dalam merespons peluang-peluang dengan cepat.
  6. Penggunaan modal. Informasi risiko yang diberikan oleh manajemen risiko perusahaan memungkinkan untuk dilakukannya (a) penilaian atas modal yang diperlukan dan (b) alokasi modal yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan