30 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: James Allen

Pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan pengandaian antara “intan” dan “instan” yang berkaitan dengan proses pembentukkan karakter. Misalnya, Anda berada dalam situasi terjepit, namun Anda dalam keadaan sangat lapar, sedangkan Anda hanya memiliki waktu singkat selama 5 menit. Hal apa yang pertama terlintas dalam pikiran Anda dalam situasi tersebut? Dapat ditebak, kebanyakan orang akan menjawab, “Buat makanan yang instan saja, misalnya mie instan.” Jawaban tersebut bisa saja dilakukan ketika berada dalam kondisi fisik yang lapar. Namun, pembentukan karakter seseorang ternyata tidak dapat dilakukan dengan instan, lho. Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari “intan” dan “instan”.

Instan Intan
Mengabaikan prosesSeseorang yang memiliki mental instan sering kali tidak mau tahu dengan yang namanya proses. Pada dasarnya, proses akan memberikan suatu pengalaman dan pembelajaran bagi seseorang, namun orang yang bermental instan biasanya tidak peduli dengan hal itu. Keinginan yang utama dari ciri orang bermental instan adalah hasil yang sesegera mungkin dicapai. Menghargai prosesSeseorang yang memiliki mental intan adalah orang yang bisa menghargai setiap proses yang dilaluinya untuk menuju keberhasilan yang ingin dicapai. Ia sadar betul bahwa kesuksesan yang sejati harus melewati proses yang seringkali tidak sebentar, bahkan sulit.
Buru-buruBiasanya orang yang bermental instan cenderung terburu-buru, yang berarti orang tersebut tidak tahan dengan serangkaian proses yang mesti dijalaninya sampai mendapatkan hasil yang dituju. Dengan demikian, orang ini acap kali mengganti tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai. Namun, pada akhirnya, tidak satu pun hasil yang dapat dicapai. SabarMenghargai proses berarti mau menjalani proses. Untuk itu sifat sabar pastinya diperlukan oleh ciri orang ini. Sehingga tipe orang ini sabar dan tidak mudah menyerah dalam melalui setiap proses. Seberat apa pun proses yang dihadapi, ia akan selalu berjuang untuk terus maju sampai hasil yang diharapkan. Layaknya intan yang melalui proses di mana harus dipanaskan sampai ribuan derajat Celcius.
Kualitas kurang dan tidak tahan lamaMemang beberapa hal bisa didapatkan dengan cara instan, namun biasanya sesuatu yang instan tidak dapat bertahan lama karena kualitas yang didapat tidak melalui proses yang matang. Kualitas baik dan tahan lamaSebuah intan memiliki nilai yang mahal karena memang batu yang satu ini memiliki kualitas yang luar biasa melalui proses pembentukan yang lama, yaitu 1000 tahun. Begitu pula dengan orang yang memiliki mental intan. Ia memiliki kualitas yang unggul dan mau melalui proses pembentukan yang sulit.

Dari keenam paparan mengenai perbandingan antara “instan” dan “intan”, yang manakah yang menjadi karakter diri kita? Tidak ada kata terlambat bagi orang-orang yang ingin berhasil, namun untuk mencapai keberhasilan, tentunya harus melalui proses yang dihadapi dan bukan melewati proses tersebut.

Tinggalkan Balasan