24 September 2012,
 0

Sumber gambar: Dreamstime

Garansi bank adalah jaminan pembayaran dari bank yang diberikan kepada pihak penerima jaminan (bisa perorangan maupun perusahaan) apabila pihak dijamin tidak dapat memenuhi kewajiban. Jadi artinya, bank menjamin nasabahnya memenuhi suatu kewajiban kepada pihak lain sesuai dengan persetujuan atau berdasarkan suatu kontrak perjanjian yang disepakati.

Apabila bank mengeluarkan garansi bank artinya bank membuat suatu pengakuan tertulis yang isinya bank penerbit mengikat diri kepada penerima jaminan dengan jangka waktu dan syarat-syarat tertentu, apabila di kemudian hari ternyata nasabahnya tidak memenuhi kewajibannya kepada si penerima jaminan.

Dasar hukum garansi bank adalah perjanjian penanggungan yang diatur dalam KUH perdata pasal 1820 s.d. 1850. Untuk menjamin kelangsungan garansi bank, penanggung mempunyai hak istimewa yang diberikan undang-undang, yaitu untuk memilih salah satu pasal: pasal 1831 KUH pasal perdata atau pasal 1832 KUH pasal perdata.

Pasal 1831 KUH pasal perdata: Pihak penanggung tidak diwajibkan membayar kepada pihak yang berpiutang, selain jika pihak yang berutang lalai. Benda-benda pihak yang berutang harus lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya.

Pasal 1832 KUH pasal perdata: Pihak penanggung tidak dapat menuntut supaya benda-benda pihak yang berutang lebih dulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya.

Sumber: http://edratna.wordpress.com/2008/01/07/bank-garansi-apa-dan-bagaimana-kegunaannya/

Tinggalkan Balasan