18 Juli 2012,
 0

Surat Pemberitahuan (SPT) memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Bagi Wajib Pajak: sebagai sarana Wajib Pajak untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang serta untuk melaporkan tentang:
    • Pembayaran/pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan/pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak.
    • Penghasilan yang merupakan objek pajak atau bukan objek pajak.
    • Harta dan kewajiban.
    • Pemotongan/pemungutan pajak orang/badan lain dalam satu masa pajak.
  2. Bagi Pengusaha Kena Pajak: sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah PPN dan PPnBM yang sebenarnya terutang, serta untuk melaporkan tentang:
    • Pengkreditan pajak masukan terhadap pajak keluaran.
    • Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
  3. Bagi Pemotong/Pemungut Pajak: sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut kemudian disetorkan.

Setiap Wajib Pajak harus mengambil sendiri formulir SPT di (1) Kantor Pelayanan Pajak (KPP), (2) Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), (3) Kantor Wilayah DJP, atau (4) Kantor Pusat DJP. Formulir SPT juga dapat diunduh dari situs web Ditjen Pajak http://www.pajak.go.id, atau dicetak/digandakan/difotokopi dengan bentuk dan isi yang sama dengan aslinya.

Sumber: Buku Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

Tinggalkan Balasan