26 November 2012,
 0

Manajemen dapat dengan mudahnya menghindari sistem pengendalian internal. Sawyer, Dittenhofer, dan Scheiner membuat delapan alasan di balik fraud management. lni adalah motif (insentif atau tekanan situasional).

1. Eksekutif terkadang mengambil langkah dengan tergesa-gesa dan mereka tidak dapat mundur.

2. Pusat laba dapat mendistorsi fakta-fakta untuk menunda divestasi.

3. Manajer yang tidak kompeten mungkin menipu untuk bertahan hidup,

4. Kinerja dapat terdistorsi untuk menjamin bonus yang lebih besar.

5. Keinginan untuk sukses mungkin bisa membuat manajer untuk melakukan fraud.

6. Manajer yang jahat mungkin dapat melayani konflik kepentingan.

7. Keuntungan mungkin meningkat untuk memperoleh keuntungan di pasar.

8. Seseorang yang mengontrol aset dan pencatatannya berada dalam posisi sempurna untuk memalsukan keduanya.

Sinyal-sinyal Berbahaya

Bahkan pengendalian internal yang paling efektif terkadang dapat dihindari, mungkin dengan kolusi dari dua atau lebih karyawan. Jadi, auditor harus peka terhadap kondisiĀ­-kondisi tertentu yang mungkin menunjukkan adanya fraud, termasuk:

1. Pergantian personel yang cukup cepat

2. Moral pegawai yang rendah

3. Kertas kerja pendukung ayat jurnal penyesuaian tidak tersedia

4. Rekonsiliasi bank tidak diselesaikan segera

5. Peningkatan jumlah keluhan pelanggan

6. Memburuknya tren pendapatan ketika industri atau organisasi secara keseluruhan

7. Banyak penyesuaian ukuran audit yang signifikan

8. Penghapusan penurunan persediaan tanpa berusaha untuk menentukan penyebabnya

9. Harapan kinerja yang tidak realistis

10. Rumor konflik kepentingan

11. Penggunaan duplikat faktur untuk mendukung pembayaran kepada pemasok

12. Penggunaan sumber tunggal kontrak pengadaan

Rujukan: http://www.reindo.co.id/reinfokus/edisi17/fraud_auditing.htm

Tinggalkan Balasan