8 November 2012,
 0

Sumber gambar: Tax Concentration

Hubungan istimewa antara Pengusaha Kena Pajak dengan pihak yang menerima penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dapat terjadi karena (1) ketergantungan atau keterikatan satu dengan yang lain yang disebabkan oleh faktor kepemilikan atau penyertaan serta (2) adanya penguasaan melalui manajemen atau penggunaan teknologi. Selain karena hal-hal tersebut, hubungan istimewa di antara orang pribadi dapat pula terjadi karena adanya hubungan darah atau perkawinan. Berikut penjelasan tentang faktor-faktor yang menyebabkan hubungan istimewa tersebut.

1. Faktor Kepemilikan atau Penyertaan

Hubungan istimewa dianggap ada apabila terdapat hubungan kepemilikan berupa penyertaan modal, yaitu pengusaha mempunyai penyertaan langsung atau tidak langsung sebesar 25% atau lebih pada pengusaha lain, atau hubungan antarpengusaha dengan penyertaan 25% atau lebih pada satu pengusaha atau lebih.

Contoh penyertaan secara langsung:

PT A memiliki 50% saham PT B. Kepemilikan saham PT B oleh PT A tersebut merupakan penyertaan modal secara langsung sebesar lebih dari 25%. Dalam hal ini, dianggap ada hubungan istimewa di antara PT A dan PT B.

Contoh penyertaan secara tidak langsung:

Jika PT B tersebut di atas memiliki 50% saham PT C, PT A sebagai pemegang saham PT B secara tidak langsung mempunyai penyertaan pada PT C sebesar 25%. Dalam hal demikian, antara PT A, PT B, dan PT C dianggap terdapat hubungan istimewa. Hubungan kepemilikan tersebut di atas juga dapat terjadi antarorang pribadi atau badan.

2. Faktor Penguasaan Melalui Manajemen atau Penggunaan Teknologi

Hubungan istimewa antarpengusaha dapat juga terjadi karena adanya penguasaan melalui manajemen ataupun penggunaan teknologi, meskipun tidak terdapat hubungan kepemilikan. Hubungan istimewa ada apabila pengusaha menguasai pengusaha lainnya, atau dua atau lebih pengusaha berada di bawah penguasaan pengusaha yang sama, baik langsung maupun tidak langsung.

Contoh penguasaan melalui manajemen:

AA direktur utama di perusahaan BB, juga menjabat sebagai direktur utama di perusahaan CC. Dalam hal ini ada hubungan istimewa antar perusahaan BB dan CC karena adanya penguasaan manajemen oleh AA terhadap perusahaan BB dan CC.

Contoh penguasaan melalui teknologi:

Perusahaan X yang memproduksi minuman menggunakan formula yang diciptakan perusahaan Y. Dalam hal ini, ada penguasaan melalui penggunaan teknologi oleh perusahaan Y terhadap perusahaan X sehingga terjadi hubungan istimewa antara perusahaan X dan perusahaan Y.

3. Faktor Hubungan Keluarga Sedarah atau Semenda

Hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat dan/atau ke samping satu derajat dapat menimbulkan hubungan istimewa di antara orang pribadi. Yang dimaksud hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah hubungan antara seseorang dengan ayahnya, ibunya, atau dengan anaknya. Sementara itu, hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah hubungan antara seseorang dengan kakak atau adiknya.

Yang dimaksud hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah hubungan antara seseorang dengan mertuanya, atau dengan anak tirinya. Hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah hubungan seseorang dengan iparnya. Apabila antara suami istri mempunyai perjanjian pemisahan harta dan penghasilan, hubungan suami istri tersebut termasuk dalam pengertian hubungan istimewa.

Sumber: Agung Mulyo, Perpajakan Indonesia Seri PPN, PPNBM, dan PPh Badan Teori dan Aplikasi, Mitra Wacana Media, Jakarta, 2009

Tinggalkan Balasan