9 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: FutureSME

Dalam era globalisasi ini, setiap industri mau tak mau dituntut mampu bersaing untuk dapat bertahan hidup. Untuk itu, salah satu hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk yang mereka dihasilkan. Saat ini sudah banyak cara dan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas suatu produk industri, salah satunya adalah FMEA.

FMEA adalah singkatan dari Failure Mode and Effect Analysis. FMEA merupakan suatu metode yang berfungsi untuk menunjukkan masalah (failure mode) yang mungkin timbul pada suatu sistem yang dapat menyebabkan sistem tersebut tidak mampu menghasilkan output yang diinginkan dan kemudian menetapkan tindakan penanggulangannya sebelum masalah itu terjadi. Dengan demikian, masalah-masalah pada proses produksi yang memengaruhi kualitas produk dapat dikurangi dan akhirnya dieliminasi.

Sebagai alat yang terintegrasi dengan Six Sigma Methodology, FMEA dapat membantu mengidentifikasi dan mengeliminasi keraguan pada awal pengembangan sebuah proses atau layanan pengantar. Ini merupakan sebuah cara sistematis untuk memeriksa sebuah proses secara prospektif terhadap adanya kemungkinan terjadinya kegagalan, untuk kemudian mendesain kembali proses tersebut sehingga model yang baru dapat mengeliminasi kemungkinan terjadi kegagalan. Bila digunakan dengan tepat, FMEA dapat membantu dalam mengembangkan kepuasaan secara menyeluruh dan tingkat keamanan. Banyak cara untuk mengevaluasi keamanan dan kualitas dari layanan peralatan kesehatan, tetapi ketika mencoba membuat sesuatu lingkungan perawatan yang aman, pendekatan proaktif lebih baik dibandingkan pendekatan reaktif.

Tinggalkan Balasan