2 Oktober 2012,
 0

Sebagai komponen ketiga dalam model COSO, kegiatan pengendalian (control activities) merupakan salah satu komponen yang penting dalam pengendalian internal. Pada tahun 1999, United States Government Accountability Office (Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika Serikat), atau lebih dikenal dengan singkatan U.S. GAO, menerbitkan Standards for Internal Control in the Federal Government (AIMD-00-21.3.1) yang memberikan contoh-contoh kegiatan pengendalian yang dapat diterapkan oleh lembaga-lembaga federal Amerika Serikat (AS). U.S. GAO sendiri adalah suatu lembaga di bawah Kongres AS yang mengawasi pengeluaran pemerintah federal AS, antara lain melalui audit, evaluasi, dan investigasi terhadap pengeluaran lembaga-lembaga tersebut.

Contoh-contoh kegiatan pengendalian yang dicantumkan di dalam AIMD-00-21.3.1 adalah:

  1. Top level reviews of actual performance (peninjauan tingkat tinggi terhadap kinerja aktual)
  2. Reviews by management at the functional or activity level (peninjauan manajemen pada tingkat fungsional atau aktivitas)
  3. Management of human capital (manajemen modal manusia)
  4. Controls over information processing (pengendalian terhadap pemrosesan informasi)
  5. Physical control over vulnerable assets (pengendalian fisik terhadap aset yang rentan)
  6. Establishment and review of performance measures and indicators (penetapan dan peninjauan ukuran dan indikator kinerja)
  7. Segregation of duties (pemisahan tanggung jawab)
  8. Proper execution of transactions and events (eksekusi wajar terhadap transaksi dan kegiatan)
  9. Accurate and timely recording of transactions and events (pencatatan transaksi dan kegiatan yang akurat dan tepat waktu)
  10. Access restrictions to and accountability for resources and records (pembatasan akses dan akuntabilitas terhadap sumber daya dan rekaman)
  11. Appropriate documentation of transactions and internal control (dokumentasi transaksi dan pengendalian internal yang memadai)

Meskipun ditujukan untuk lembaga-lembaga federal AS, contoh-contoh ini cukup relevan untuk diterapkan sebagai kegiatan pengendalian bagi semua jenis organisasi.

Tinggalkan Balasan