5 November 2012,
 0

Sumber gambar: Cesi

Pada dasarnya, perusahaan didirikan untuk mendatangkan keuntungan atau laba bagi para pemegang saham. Salah satu ukuran yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut adalah produktivitas, yaitu rasio keluaran produksi dibandingkan dengan masukan yang diperlukan untuk menghasilkannya. Semakin tinggi tingkat produktivitas suatu perusahaan, semakin tinggi pula keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut.

Sewaktu membaca buku tulisan Justine T. Sirait (2006, hlm. 255) yang bertopik pengelolaan sumber daya manusia (SDM), saya tertarik dengan tabel “Transformasi Perusahaan” yang dicantumkannya pada bagian “Produktivitas Karyawan”. Tabel ini membandingkan ciri-ciri perusahaan produktif dan kontraproduktif. Meskipun tidak mencantumkan sumbernya, informasi yang diberikan oleh tabel ini sangat bagus untuk menjadi rujukan bagi berbagai perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitasnya. Perbedaan orientasi antara perusahaan produktif dan kontraproduktif tersebut disimpulkan di bawah ini.

  1. Inovasi versus aturan. Perusahaan produktif dinamis dan proaktif agar menunjang inovasi, meskipun kadang perlu melepaskan diri dari aturan.
  2. Desentralisasi versus sentralisasi. Perusahaan produktif mendesentralisasikan wewenang pengambilan keputusan agar dapat mengikuti pasar dengan lebih dinamis.
  3. Operasi versus struktur. Perusahaan produktif fleksibel dan responsif terhadap dinamika pasar, meskipun kadang perlu melunakkan struktur.
  4. Masa depan versus masa lalu. Perusahaan produktif memanfaatkan peluang dan menyukai pertumbuhan, meskipun kadang perlu mengambil risiko dan meninggalkan zona nyaman.
  5. Keluaran versus proses. Perusahaan produktif berorientasi pada hasil dan mengetatkan masukan.

Yang menarik bagi saya adalah bahwa ciri-ciri perusahaan kontraproduktif justru merupakan ciri-ciri yang umum ditemukan pada banyak perusahaan — tentunya dengan tingkatan yang berbeda. Aturan, sentralisasi, struktur, masa lalu, dan proses masih diutamakan oleh banyak perusahaan. Dengan ciri-ciri itu, perusahaan-perusahaan tersebut masih dapat berjalan dan meraup keuntungan. Jadi, apakah benar bahwa ciri-ciri itu bersifat kontraproduktif?

Rujukan: Sirait, J.T. (2006). Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Grasindo: Jakarta.

Tinggalkan Balasan