23 Juli 2012,
 0

Sumber gambar: Tribun News

Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebut namanya. Setiap bilyet giro harus memenuhi syarat formal sebagai berikut:

  1. Nama dan nomor bilyet giro yang bersangkutan.
  2. Nama tertarik.
  3. Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atas beban rekening penarik.
  4. Nama dan nomor rekening pemegang.
  5. Nama bank penerima.
  6. Jumlah dana yang dipindahkan baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya.
  7. Tempat dan tanggal penarikan.
  8. Tanda tangan dan nama jelas serta dilengkapi dengan cap atau stempel dengan persyaratan pembukaan rekening.

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada lampiran contoh bilyet giro dalam ketentuan SE warkat nomor 8/35/DASP tanggal 22 Desember 2006 perihal warkat debet dan dokumen kliring serta percetakannya pada perusahaan percetakan warkat dan dokumen kliring dalam penyelenggaraan sistem kliring nasional. SE warkat ini mencabut SE sebelumnya tahun 2004 dengan perihal yang sama.

Sumber: http://www.bi.go.id/web/id/Sistem+Pembayaran/Instrumen+Pembayaran+Nontunai/Bilyet+Giro/

Tinggalkan Balasan