22 November 2012,
 0

Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1983, pengertian barang adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1994, yang merupakan perubahan pertama dari UU No. 8 Tahun 1983, barang adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak dan barang tidak berwujud. Pengertian ini tetap dipakai berdasarkan UU No. 18 Tahun 2000 yang merupakan perubahan kedua dari UU No. 8 Tahun 1983. Yang dimaksud dengan barang tidak berwujud adalah antara lain hak atas merek dagang, hak paten, dan hak cipta.

Pada dasarnya, semua barang dikenakan PPN, kecuali yang ditentukan lain oleh UU PPN dan PPnBM (Negative List). Berdasarkan pasal 4A ayat 1 UU PPN dan PPnBM, jenis barang yang tidak dikenakan PPN berdasarkan UU ini ditetapkan dengan PP No. 144 Tahun 2000 jo. KMK-653/KMK.03/2001 jo. KEP-68/PJ/2002 tentang jenis barang dan jasa yang tidak dikenakan PPN.

Berikut adalah barang-barang yang tidak termasuk Barang Kena Pajak (BKP):

  1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya adalah minyak mentah, gas bumi (tidak termasuk gas bumi yang siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat seperti elpiji), panas bumi, pasir dan krikil, batu bara (sebelum diproses menjadi briket batu bara), bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak dan bijih bauksit.
  2. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Yaitu:
    1. Segala jenis beras dan gabah, seperti beras putih, beras merah, beras ketan hitam atau beras ketan putih. Sepanjang berbentuk sebagai berikut:
      1. Beras berkulit (padi atau gabah) selain untuk benih.
      2. Beras setengah digiling atau digiling seluruhnya, disosoh, dikilapkan maupun tidak.
      3. Beras pecah.
      4. Menir (groats) dari beras.
    2. Segala jenis jagung, seperti jagung putih, jagung kuning, jagung kuning kemerahan atau popcorn (jagung brondong). Sepanjang berbentuk sebagai berikut:
      1. Jagung yang telah dikupas.
      2. Menir (groats) beras jagung sepanjang masih dalam bentuk butiran.
    3. c. Sagu yang berbentuk:
      1. Empulur sagu.
      2. Tepung kasar dan bubuk dari sagu.
    4. Segala jenis kedelai, seperti kedelai putih, kedelai hijau, kedelai kuning atau kedelai hitam. Sepanjang berbentuk kacang kedelai pecah atau utuh.
    5. Garam, baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium. Baik bentuk curah maupun briket.
  3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya, baik yang dikonsumsi di tempat maupun yang dibawa pulang untuk menghindari pengenaan pajak berganda karena sudah merupakan objek pengenaan Pajak Daerah, tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering.
  4. Uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

Sumber: Agung Mulyo, Perpajakan Indonesia Seri PPN, PPnBM dan PPh Badan Teori dan Aplikasi, Mitra Wacana Media, Jakarta, 2009

Tinggalkan Balasan