20 September 2012,
 0

Sumber gambar: eHow

Ada beberapa jenis bagan kendali yag dapat digunakan dalam kasus-kasus seperti yang diuraikan terdahulu:

  1. Bagan p, bagan untuk bagian yang ditolak karena tidak sesuai dengan spesifikasi.
  2. Bagan np, bagan kendali untuk banyaknya butir tidak sesuai.
  3. Bagan c, bagan kendali untuk banyaknya ketidaksesuian.
  4. Bagan u, bagan kendali untuk banyaknya ketidaksesuaian per satuan.

Bagan kendali yang paling serba guna dan yang banyak digunakan adalah bagan p. Bagan ini adalah bagan untuk bagian yang ditolak karena tidak memenuhi spesifikasi (disebut dengan bagan yang cacat). Bagan tersebut dapat diterapkan untuk karakteristik mutu yang dipandang atau ”ditolak”, walaupun sudah diukur sebagai peubah. Sebagai hasil suatu pemeriksaan yang merupakan penggolongan suatu barang yang diterima atau ditolak, sebuah bagan p tunggal dapat diterapkan pada satu, lusinan, atau bahkan ratusan karakteristik mutu.

Bagan yang ditolak p, dapat didefinisikan sebagai rasio dari barang yang tidak sesuai yang ditemukan pemeriksaan atau sederetan pemeriksaan terhadap total barang yang benar-benar diperiksa. Bagian yang ditolak hampir selalu dinyatakan sebagai pecahan. Persen yang ditolak adalah 100p, yaitu 100 kali bagian yang ditolak, untuk pembangunan dan untuk pengujian umum dari hasil tersebut kepada karyawan dan manajemen, bagian tersebut biasanya dikonversikan ke persen.

Tinggalkan Balasan