17 Oktober 2012,
 0

Sumber gambar: JaCogLaw

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) mengatakan bahwa gambaran suatu perbuatan curang yang dilakukan satu atau lebih dari satu orang memiliki berasal dari adanya dorongan, peluang, dan tindakan rasionalisasi (fraud triangle). Dari ke-3 hal tersebut, dalam mencari atau menemukan kecurangan kita harus mengerti dulu axioms of fraud (aksioma kecurangan) yang mengatakan bahwa:

Fraud is hidden

Berbeda dengan kejahatan lainnya, kecurangan (fraud) selalu tersembunyi. Apa yang tampak adalah permukaan saja dan kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat kita menemukan indikasi adanya kecurangan, kita tidak akan menemukan jawaban atau pernyataan dari yang berbuat curang karena tidak mungkin orang tersebut mengakui langsung kecurangannya tersebut. Semakin menekan pelaku kecurangan, maka semakin sulit menemukan bukti.

“… no opinion should be given that fraud does or does not exist within a specific environment …” (ACFE)

Reverse proof

Dalam mencari indikasi atau barang bukti atas tindakan curang. Ada kalanya kita harus berpikir terbalik. Yang dimaksud dengan berpikir terbalik adalah mencakup upaya untuk membuktikan itu belum terjadi dan upaya untuk membuktikan penipuan yang belum terjadi, bukti bahwa harus juga berusaha untuk membuktikan telah terjadi.

Existence of fraud

Dalam melakukan pemeriksaan, seseorang yang ditugaskan tersebut tidak harus mengungkapkan pendapat tentang bersalah atau tidak dari perbuatan yang diindikasikan curang. Pemeriksa hanya mengungkapkan bukti-bukti yang ada dan hanya mengindikasikan kemungkinannya saja. Yang berhak memberikan keputusan salah atau tidak hanya pihak berwenang saja, misalnya pihak pengadilan.

Rujukan: http://accounting.smartpros.com/x20682.xml

Tinggalkan Balasan